Showing posts with label Management. Show all posts
Showing posts with label Management. Show all posts

Thursday, December 23, 2010

Manajemen Orang Lain dan Diri Sendiri

Suatu survei yang menanyakan faktor apa sajakah yang sering dikeluhkan seorang karyawan tentang atasannya menemukan 9 hal utama, yaitu: (1) sikap/tindakan yang seperti hakim, (2) sombong, (3) tidak dapat menunjukkan/memberikan penghargaan kepada karyawan, (4) tidak dapat atau tidak mau melihat/mendengar pandangan dari sudut yang lain, (5) tidak mempunyai jiwa kepemimpinan, (6) tidak terbuka dan tidak jujur, (7) tidak mampu mendelegasikan tanggung-jawabnya, (8) tidak dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat dan (9) bias, membiarkan emosi mempengaruhi keputusan-keputusannya.

Salah satu cara untuk menghindari hal-hal di atas adalah mulai mengatur (me-"manage") orang lain dan diri sendiri agar dapat bertindak secara asertif/tegas. Delapan tahapannya adalah sbb.:

1. Membangun kepercayaan diri
Percaya pada kemampuan diri sendiri. Mencintai diri sendiri dengan segala kekurangannya. Mampu menghargai keberhasilannya sehingga mampu pula menghargai keberhasilan orang lain.

2. Mampu mendengar secara aktif
Memberikan kesempatan orang lain berbicara tanpa harus dinilai dan mengarahkannya agar dapat mengatasi masalahnya sendiri sehingga memumuk kepercayaan diri orang lain

3. Berani mengambil resiko
Berani menyatakan pendapat, berani minta apa haknya, dapat mengekspresikan kemauannya, dan tahu seberapa jauh ia berani mengambil resiko tersebut

4. Dapat/berani mengatakan ‘tidak’
Berani menolak pekerjaan dari atasan/teman yang bukan tanggung-jawabnya atau pekerjaan yang tidak mungkin dilakukannya

5. Tahu cara memberikan kritik yang positif
Berikan kritik bersama cara memperbaiki kesalahan tsb.

6. Tahu cara menghadapi kritik
Ingat bahwa kesalahan anda tidak samadengan diri anda.

7. Tahu cara memberi sanjungan/pujian
Mendasarkan pujiannya pada pencapain tujuan, sesuai

8. Tahu apa yang ia inginkan sendiri
Bersikap fleksibel dan mau menyesuaikan diri dengan kepribadian karyawannya dan pada waktu yang tepat

Wednesday, December 22, 2010

Management of Others and Ourselves

A survey asking what are the factors that are often complained about her supervisor of an employee found nine main points, namely:
(1) attitude / actions such as judges, (2) arrogant, (3) can not show / give awards to employees, (4 ) can not or do not want to see / hear the views from another angle, (5) does not have leadership skills, (6) does not open and dishonest, (7) is not able to delegate its responsibilities, (8) unable to make decisions quickly and precisely and (9) bias, let emotions affect decisions.


Saturday, December 18, 2010

Cara Berpikir Orang Sukses

Orang sukses dan orang belum sukses dibedakan dari cara berpikirnya. Cara berpikir atau mindset ini bisa dipelajari, bisa dimiliki oleh siapa saja yang mau sukses. Ini sekedar sharing dari saya yang juga saya dapatkan dari teman saya. Jadi silahkan dibaca-baca cara pemikiran orang sukses ini, jangan langsung diterima mentah-mentah apalagi masak. Yang pasti hati-hati dengan pikiran, karena ini bisa jadi pelayan yang baik atau majikan yang buruk…

Berikut cara berpikir orang sukses :
Ungkapan ini berusaha menjelaskan bahwa perbedaan utama antara orang sukses dan orang gagal ada pada cara berpikirnya. Mereka yang sukses adalah mereka yang selalu menggunakan kekuatan berpikir untuk terus memperbaiki hidupnya sehingga lebih baik.

Orang-orang yang sukses ini adalah mereka yang memiliki tipe berpikir positif. Tipe berpikir orang-orang sukses ini adalah:

1. Big picture thinking bukan small thinking
Cara berpikir ini menjadikan mereka terus belajar, banyak mendengar dan terfokus sehingga cakrawala mereka menjadi luas.

2. Focused thinking bukan scattered thinking
Sehingga dapat menghemat waktu dan energi, loncatan-loncatan besar dapat mereka raih.

3. Creative thinking bukan restrictive thinking
Proses berpikir kreatif ini meliputi: think-collect- create-correct- connect.

4. Realistic thinking bukan fantasy thinking
Memungkinkan mereka meminimalkan risiko, ada target & plan, security, sebagai Katalis dan memiliki Kredibilitas.

5. Strategic thinking bukan random thinking
Sehingga simplifies, customize, antisipatif, reduce error and influence other dapat dilakukan.

6. Possibility thinking bukan limited thinking
Mereka dapat berpikir bebas dan menemukan solusi bagi situasi yang dihadapi.

7. Reflective thinking bukan impulsive thinking
Memungkinkan mereka memiliki integritas, clarify big picture, confident decision making.

8. Innovative thinking bukan popular thinking
Menghindari cara berpikir yang awam untuk meraih sesuatu yang lebih baik.

9. Shared thinking bukan solo thinking
Berbagi pemikiran dengan orang lain untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

10. Unselfish thinking bukan selfish thinking
Memungkinkan mereka berkolaborasi dengan pemikian orang lain.

11. Bottom line thinking bukan wishful thinking
Berfokus pada hasil sehingga dapat meraih hasil berdasarkan potensi pemikiran yang dimiliki.

Pikiran adalah awal dari segalanya. Cara berpikir menentukan cara hidup.

How Successful People Think

Successful people and successful people were not yet distinguished from the way he thinks. This way of thinking or mindset can be learned, can be owned by anyone who wants to succeed. It's just sharing from me which I got from my friend. So please read, read how successful people are thinking, do not immediately accepted at face value let alone cook. What is certain be careful with the mind, because this could be a good servant or a bad employer ...

Here's how successful people think:
The phrase was trying to explain that the main difference between successful people and people fail to exist in the way of thinking. Those who succeed are those who always use the power of thinking to continue to improve their lives so much better.

The people who succeed are those who have the type of positive thinking. This type of thinking that successful people are:

1. Big picture thinking is not thinking small
This logic makes them continue to learn, a lot of listening and focused so that they become broad horizon.

2. Focused thinking is not scattered thinking
So it can save time and energy, big jumps they can achieve.

3. Creative thinking is not restrictive thinking
The process of creative thinking include: think-collect-create-correct-connect.

4. Realistic thinking is not fantasy thinking
Enable them to minimize risk, there are targets and plans, security, as a catalyst and has credibility.

5. Strategic thinking is not random thinking
So that simplifies, customize, anticipatory, reduce errors and other influences can be done.

6. Possibility thinking is not limited thinking
They can think freely and to find solutions to the situation at hand.

7. Reflective thinking is not impulsive thinking
Enable them to have integrity, clarify big picture, confident decision making.

8. Innovative thinking is not popular thinking
Avoiding a common way of thinking to achieve something better.

9. Shared thinking rather than solo thinking
Share your thoughts with others to get better results.

10. Unselfish Selfish thinking is not thinking
Pemikian allows them to collaborate with other people.

11. Bottom line thinking is not wishful thinking
Focusing on results so as to achieve results based on the potential of thought that owned.

The mind is the beginning of everything. This way of thinking determines the way of life.

5 Cara Menulis Cepat dan Efektif

Apakah Anda sering menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer hanya untuk membuat sebuah artikel atau satu postingan blog? Jika ya, Anda berarti harus belajar bagaimana menulis artikel yang cepat dan efektif.

Anda harus benar-benar menggunakan waktu yang ada dengan benar dan mencoba menulis lebih banyak artikel dalam waktu singkat. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda lakukan ketika menulis sebuah artikel atau postingan blog:

1.Tutup aplikasi lain
Apakah Anda pernah menginstal software? Kadang kala, kita diperintahkan untuk menutup aplikasi lain saat menginstal sebuah software karena akan menghambat proses instalasi. Sama halnya ketika Anda menulis sebuah artikel atau postingan. Pertama, tutuplah aplikasi chatting Anda. Chatting akan memakan sebagian besar waktu Anda. Selanjutnya, tutup aplikasi e-mail Anda. Jangan buka aplikasi apapun, selain aplikasi untuk menulis. Silakan saja membuka browser kalau ingin mencari beberapa referensi, namun segera tutup jika sudah tidak diperlukan lagi.

2.Lakukan riset sebelum menulis
Lakukan riset (penelitian) sebelum mulai menulis artikel. Ini akan membantu Anda untuk menulis artikel secara efektif. Melakukan riset sebelum menulis juga akan menghasilkan konten yang berkualitas. Dengan melakukan riset, Anda dapat membuat artikel yang lebih panjang dan mendalam.

3.Atur jadwal
Akan lebih baik jika Anda menyiapkan sebuah jadwal agar menghemat waktu. Alokasikan waktu yang tepat untuk setiap kegiatan yang dilakukan, misalnya 15 menit untuk mengumpulkan referensi, 5 menit untuk memilih gambar, 30 menit untuk menulis artikel dan sisanya untuk menentukan judul yang menarik. Dalam waktu kurang lebih satu jam, Anda seharusnya sudah dapat menghasilkan artikel yang berkualitas dan menarik.

4.Cek ulang tulisan
Banyak orang yang langsung menerbitkan tulisannya tanpa terlebih dulu mengecek ulang karena keterbatasan waktu. Padahal mengecek ulang tulisan sangat penting dilakukan untuk meminimalisir kesalahan seperti ejaan, bahasa. Setelah selesai menulis, usahakan baca ulang artikel tersebut minimal sekali. Jika tidak punya waktu untuk melakukannya, minta bantuan seseorang atau kalau perlu bayar seseorang untuk melakukan tugas tersebut jika artikel yang harus dicek jumlahnya banyak.

5.Lakukan editing
Lakukan editing setelah selesai menulis artikel. Tempatkan gambar di tempat yang sesuai, jangan lupa mencantumkan sumber gambar jika diperlukan. Selanjutnya preview artikel sebelum di-publish. Jika hasilnya sesuai dengan apa yang Anda inginkan, silakan mempublikasikan artikel tersebut. Jika tidak, lakukan editing ulang.
Menulis artikel berkualitas dalam waktu singkat bukanlah tugas yang mudah, tetapi jika Anda melakukan persiapan dan melakukan proses secara terstruktur, menulis akan terasa lebih mudah dan menyenangkan.

5 Ways to Write Fast and Effectively

Do you often spend long hours at the computer just to make an article or a blog post? If yes, you mean having to learn how to write articles quickly and effectively.

You should really use the time available to the right and try to write more articles in a short time. Here are some things you should do when writing an article or blog posting:

1. Closed other applications
Did you ever install the software? Sometimes, we are commanded to close other applications while installing a software because it will hinder the installation process. Similarly, when you write an article or post. First, close your chat application. Chats will take up most of your time. Next, close your e-mail application. Do not open any application, other applications for writing. Please just open the browser if you want to find a few references, but immediately closed if it is not needed anymore.



2. Doing research before writing
Do your research (research) before you begin writing articles. This will help you to write articles effectively. Do some research before writing also will produce quality content. By doing research, you can make an article that is longer and deeper.

3. Make schedule
It would be better if you set up a schedule to save time. Allocate time for each activity carried out, for example 15 minutes to collect references, 5 minutes to select the picture, 30 minutes to write an article and the rest to determine an interesting title. Within approximately one hour, you should be able to produce quality articles and interesting.

4. Check re-writing
Many people who publish articles directly without first re-check because of time constraints. And double-check the writing is very important to minimize the errors such as spelling, language. When you finish writing, try to re-read the article at least once. If you do not have time to do it, ask someone for help or if you need to pay someone to do the job if the article must be checked numerous.

5. Make editing
Perform editing after you finish writing the article. Put in place an appropriate picture, do not forget to include the source of the image if necessary. Next preview articles before publishing. If the results match what you want, please publish the article. If not, do the editing again.
Writing quality articles within a short time not an easy task, but if you do the preparation and conduct a structured process, writing will be easier and enjoyable.

Wednesday, December 8, 2010

Married Men Have Better Behavior

Men tend to behave better when they get married - this is because marriage seems to help men improve their attitude and the man who had a better attitude tends to make the wedding as the main case according to research in the United States.

S. Alexandra Burt and his colleagues at Michigan State University also found that men are less likely to have bad behavior will eventually get married.
Among the men who got married a few shows that signs of bad behavior - especially actions related illnesses such as antisocial criminal behavior, lying, aggressive and less ruthless - reduced after they bind themselves in marriage.


Burt said that men who marry "in the beginning was not an antisocial and even after they married antisocial behavior was diminishing."

In a study published in the Archives of General Psychiatry "December issue, Burt and colleagues studied 289 male twin pairs for 12 years, from age 17 to 29 years. More than half were identical twins.

Men who married during the study period, approximately 60 percent of them showed less antisocial behavior at age 17 and 20, showed that men with an attitude like that tend to be less put marriage in a prime spot.

At the age of 29 years, married men who do not have a 1.3 average antisocial attitudes, compared with 0.8 among married men.

However, among identical twins with one other person was married and not married, married men who were found to have fewer antisocial attitudes than the twin who was not married.

In the case of identical twins by genes and childhood the same atmosphere that tends to produce the same antisocial behavior, this research indicates that marriage helps to get rid of the bad behavior.

But it is unclear why men can improve their behavior after marriage, says Ryan King of the University of Albany who was not involved in the study.

Men who are married spend more time with her partner than with her friends and bad behaviors like crime and drinking alcohol tend to be a group activity, he said.

Plus, the man who married "will be more to lose" if they were caught because of illegal activity and more concerned with what is thought by her partner.

"Not everyone is equally likely to marry, but those who are married have the benefit of marriage," said King.

The results that help explain the findings of other studies showing that married men do less crime. Recent research for example, shows that marriage-related crime decreased 35 percent.

The study also found that married people tend to be healthier than when I was still alone, although recent studies reveal that health benefits because marriage is still unclear. But those who are married tend to live longer, less experienced depression or heart disease and stroke.

Pria yang Menikah Punya Perilaku yang Lebih Baik

Pria cenderung akan bersikap lebih baik saat mereka menikah --hal itu terjadi karena pernikahan tampaknya membantu pria memperbaiki sikap mereka dan pria yang punya sikap lebih baik cenderung menjadikan pernikahan sebagai hal utama menurut penelitian di Amerika Serikat.

S. Alexandra Burt dan koleganya di Universitas Negeri Michigan juga menemukan bahwa pria yang kurang punya perilaku yang buruk cenderung akhirnya akan menikah.

Di antara pria-pria yang menikah beberapa menunjukkan bahwa tanda perilaku-perilaku buruk --terutama tindakan yang berhubungan dengan penyakit antisosial seperti perilaku kriminal, berbohong, agresif dan kurang punya belas kasihan-- berkurang setelah mereka mengikat diri dalam pernikahan.

Burt mengatakan bahwa pria yang menikah "pada awalnya bukanlah seorang yang antisosial dan bahkan setelah mereka menikah sikap antisosial itu makin berkurang."


Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam "Archives of General Psychiatry" edisi Desember, Burt dan koleganya meneliti 289 pasang pria kembar selama 12 tahun, sejak usia 17 hingga 29 tahun. Lebih dari separuhnya adalah kembar identik.

Pria yang menikah selama masa penelitian tersebut, sekitar 60 persen dari mereka menunjukkan sikap antisosial lebih sedikit pada usia 17 dan 20, menunjukkan bahwa pria dengan sikap seperti itu cenderung akan kurang menempatkan pernikahan di tempat utama.

Pada usia 29 tahun, pria yang tidak menikah memiliki rata-rata memiliki 1,3 sikap antisosial, dibanding dengan 0,8 di antara pria-pria yang menikah.

Namun, di antara kembar identik dengan satu orang menikah dan yang lain tidak menikah, pria yang menikah didapati memiliki sikap antisosial yang lebih sedikit dibanding kembarannya yang tidak menikah.

Dalam kasus kembar identik dengan gen dan suasana masa kecil yang sama sehingga cenderung untuk menghasilkan sikap antisosial yang sama, penelitian ini mengindikasikan bahwa pernikahan membantu untuk membuang perilaku buruk tersebut.

Namun masih belum jelas mengapa pria dapat memperbaiki kelakukan mereka setelah menikah, kata Ryan King dari Universitas Albany yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Pria yang menikah menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasangannya dibanding dengan teman-temannya dan perilaku buruk seperti kejahatan dan minum minuman keras cenderung menjadi aktivitas kelompok, katanya.

Ditambah lagi, pria yang menikah "akan lebih banyak kehilangan" bila mereka tertangkap karena aktivitas ilegal dan lebih peduli terhadap apa yang dipikirkan oleh pasangannya.

"Tidak setiap orang memiliki kemungkinan yang sama untuk menikah, namun mereka yang menikah mendapatkan manfaat dari pernikahan tersebut," kata King.

Hasil penelitian itu membantu menjelaskan temuan dari penelitian lain yang menunjukkan bahwa pria yang menikah melakukan lebih sedikit tindakan kriminal. Penelitian baru-baru ini contohnya, menunjukkan bahwa pernikahan berhubungan dengan penurunan 35 persen tindakan kriminal.

Penelitian juga menemukan bahwa orang yang menikah cenderung lebih sehat dibanding masih saat masih sendiri, meski penelitian baru-baru ini mengungkapkan bahwa keuntungan kesehatan karena pernikahan masih belum jelas. Namun mereka yang menikah cenderung hidup lebih lama, kurang mengalami depresi atau terkena penyakit jantung dan stroke.

Reasons Employees Can High Salary

The amount of salary received at the company where we work affects the pattern and standard of our lives. The higher their salary, the higher and also more modern lifestyle.

However, many people are not satisfied with the amount of salary received. And they feel have worked hard and give the best for the company.

Instead of complaining endlessly, stress, and envious of friends who paid higher, better see why someone paid high, exceeding your salary.

1. 'Hijacked', rather than applying
You may have heard the term 'piracy employees'. People who 'hijacked' are usually the people who are believed to have sufficient ability and potential to raise the company. So do not be surprised if the people recruited have higher salaries than people who were hired through the recruitment process.

2. Have ability above average
People who have performed above average with a person who has the performance to the degree necessary, even below average, would get different treatment from the company. People who are achievers rewarded with promotion, so that his salary was raised automatically. Or, getting a special salary increase. So, if you also want high-paying, achievement.

3. Duties and responsibilities of far greater
Observe carefully, if you do only routine things, and from time to time does not produce anything significant for the company, while peer contributes more to the company, who can be given a higher income?
More big and heavy work carried, of course award given company will also be greater. Therefore if you are burdened with a lot of work that feels hard, chances are your boss is being tested. If you are able to finish well, your boss or company would not hesitate to raise your salary.

Alasan Karyawan Dapat Gaji Tinggi

Besaran gaji yang diterima di perusahaan tempat kita bekerja mempengaruhi pola dan standar hidup kita. Makin tinggi gaji yang diterima, makin tinggi dan makin modern pula gaya hidup kita.

Namun, banyak orang yang tidak puas dengan jumlah gaji yang diterima. Padahal mereka merasa telah bekerja keras dan memberikan yang terbaik untuk perusahaan.


Daripada berkeluh kesah tiada henti, stres, dan iri kepada teman yang digaji lebih tinggi, lebih baik simak mengapa seseorang digaji tinggi, melebihi gaji Anda.

1. 'Dibajak', bukan melamar
Anda mungkin pernah mendengar istilah ‘pembajakan karyawan’. Orang yang 'dibajak' biasanya merupakan orang-orang yang diyakini memiliki kemampuan memadai dan berpotensi membesarkan perusahaan. Maka jangan heran jika orang yang direkrut memiliki gaji lebih tinggi dibanding orang yang dipekerjakan lewat proses perekrutan.

2.Memiliki kemampuan di atas rata-rata
Orang yang memiliki kinerja di atas rata-rata dengan orang yang memiliki kinerja sekadarnya, bahkan di bawah rata-rata, tentu mendapatkan perlakuan berbeda dari perusahaan. Orang yang berprestasi diganjar dengan promosi, sehingga secara otomatis gajinya pun dinaikkan. Atau, mendapatkan kenaikkan gaji secara istimewa. Jadi, jika Anda juga ingin bergaji tinggi, berprestasilah.

3. Tugas dan tanggung jawab jauh lebih besar
Cermati baik-baik, jika yang Anda kerjakan hanya hal-hal rutin, dan dari waktu ke waktu tidak menghasilkan sesuatu yang signifikan bagi perusahaan, sementara rekan memberikan kontribusi lebih bagi perusahaan, siapakah yang akan diberi penghasilan lebih tinggi?
Makin besar dan berat pekerjaan yang diemban, tentu penghargaan yang diberikan perusahaan juga akan lebih besar. Oleh karena itu jika Anda dibebani banyak pekerjaan yang dirasa sulit, kemungkinan Anda sedang diuji atasan. Jika Anda mampu menyelesaikan dengan baik, atasan atau perusahaan tidak akan ragu menaikkan gaji Anda.

Friday, December 3, 2010

How to Put Adsense For Feeds

Making and Installing Adsense For feeds on the blog is a way of earning revenue for the blog owner, especially for Indonesian-language blogs that can only be in pasangi Adsense For Feeds and Adsense For Search only.

Adsense For This feed will greatly provide income for many customers who have blogs. Earnings will be in the can for each ad clicked by visitors to the blog feed.

How to Create Adsense For Feeds, as follows:
1. First register with Google Adsense, please go to http://www.google.com/adsense.

2. When you already have an account at Google Adsense, Adsense For Making live feeds and put it on your blog


3. Log in first at http://www.google.com/adsense

4. Click the AdSense Setup tab -> Get Ads

5. Click Adsense For Feeds


6. In the Adsense for Feeds -> Ad Types, select the ads / images for all types of text and image ads appear on your blog.

7. Choose how often the ad will appear on your blog feed at the Frequency. We recommend that you select each feed material for advertising opportunities on your blog at the click quite large.

8. Choose the length of advertising messages that will appear on your blog feed at the Long Message. We recommend that you select the length of any message.

9. Choose the ad's position on the position. We recommend that you select At the top of the feed material, because the opportunities for greater click.

10. Choose your own colors with the turn Let me choose a color

11. Click create a new channel and enter the feed address of your blog.
For example http://no-1-seo.blogspot.com/feeds/posts/default

12. Click Add and then click Save to activate google adsense for feeds this. Ads will appear after 10 minutes or more.

Cara Pasang Adsense For Feed

Membuat dan Memasang Adsense For Feed di blog merupakan cara mendapatkan penghasilan bagi pemilik blog, terutama bagi blog yang berbahasa Indonesia yang hanya bisa di pasangi Adsense For Feed dan Adsense For Search saja.

Adsense For Feed ini akan sangat memberi penghasilan bagi yang memiliki banyak pelanggan blog. Penghasilan akan di dapat untuk setiap iklan yang diklik oleh pengunjung pada feed blog.

Cara Membuat Adsense For Feed, sebagai berikut :
1. Pertama daftar dulu di Google Adsense, silahkan masuk ke http://www.google.com/adsense.

2. Bila sudah mempunyai akun di Google Adsense, tinggal Membuat Adsense For Feed dan memasangnya di blog

3. Login dulu di http://www.google.com/adsense


4. Klik menu tab Konfigurasi Adsense --> Dapatkan Iklan

5. Klik Adsense Untuk Feed

6. Pada bagian Adsense untuk Feed --> Jenis Iklan, pilih Iklan/gambar teks agar semua jenis iklan maupun gambar tampil di blog anda.

7. Pilihlah seberapa sering iklan akan tampil di feed blog anda di bagian Frekuensi. Sebaiknya pilih setiap bahan umpan agar peluang iklan di blog anda di klik cukup besar.

8. Pilihlah panjang pesan iklan yang akan tampil di feed blog anda di bagian Panjang Pesan. Sebaiknya pilih Pesan dengan panjang berapa pun.

9. Pilihlah posisi iklan di bagian Posisi. Sebaiknya pilih Di bagian atas bahan umpan, karena peluang untuk di klik lebih besar.

10. Pilih warna sesuai keinginan anda dengan mengaktifkan Biarkan saya memilih warna

11. Klik buat channel baru dan masukkan alamat feed blog anda.
Misalnya http://no-1-seo.blogspot.com/feeds/posts/default

12. Klik Tambah lalu klik Simpan untuk mengaktifkan google adsense for feed ini. Iklan akan tampil setelah 10 menit atau lebih.

Saturday, November 27, 2010

Positive Thinking it enough?

By having a positive mental atmosphere, then this will be very conducive (to support) to run the next positive processes, which include:,

1. Lesson

"Lord Justice" says that there are positive lessons it everywhere as long as we want to explore and absorb it: behind the error, failure, betrayal of others above us, behind a bad accident that befell us, and so on. However, despite the positive lessons that exist everywhere, but the practice proved that the positive lessons that we can not absorb that our minds are clouded by negative thoughts.

Smile Like Samuel said in one of his writings: "Not true if people think that success is created from success. Often resulting from failure to success. Perception, study, advice and role model can not teach as much success as taught by failure. "

2. Decision

One ugly reality that we face in essence not dictate we have to take certain decisions but offers the choice to us. The offer include: a) may choose to reverse the decision, b) may selecting the decision to stop / go back to the original, and c) may selecting the decision to go forward with the deal, looking for creative gap, and others.

If related to the practice of everyday life, there are things that can not be denied that all the people all the time have chosen a particular decision about what to do. From the selected decision was born an action that causes an outcome. Therefore, there is Brian Tracy's suggestion that we should contemplate that which determines our fate is not what happened to us but the decisions we take over what had happened to us. That is, reverse the decision will result in setbacks; decision rendered will result in stagnation and advanced decision will lead to progress.

3. Regularity Step


Well, by creating positive thoughts of bad things that befall us are at least a provision for us to do positive things on an ongoing basis in the sense of not relying on changes in circumstances or are not easily hurt by a blow to the state. As Denis messages WAITLEY, "No you are a barrier to progress but the charge that you bring your mind."

From the message that there might be one thing we need to remember that the negative thoughts that we carry or that we let that become an obstacle sometimes we move or interfere with the smooth move us in treading goals that we espouse. Therefore, if there permisalan paslah illustrating that the negative thoughts that will give us the dirt on his chest. Chest full of dirt that we leave will make our backs weighed down by charges against him and resulted in this step is not as fluent as we want.

What things should be lived?

Above we have seen that using positive thoughts as a way of positive thinking means that we still have a positive process that we need to live. What needs to be lived?

1. Find a special lesson

Whether consciously or not, often term this positive thinking we only practice limited to assume good faith, believing in the wisdom that brightens, or merely have a positive opinion. Of course this is correct and it is good but if we associate with little results and more results, the positive process we need to do is turn our minds to find the specific lessons that actually fits and is relevant to our self-state on today.

The failure of our efforts can be caused by the time it is not perfect yet, mistakes selecting people, less persistent, less skill, external circumstances that are out of control, and others. Because it is impossible to absorb the lessons as a whole at a time, then the most important thing is to absorb the lessons that are relevant only as a material to self-correct.

2. Use in special cases

Many experiences that have tested that have clearly formulated objectives and is clearly fighting for, proved to have a big enough advantage for a positive process. In other words, to be able to use the lessons we have absorbed demands formulated objectives we seek its realization. Without this, it may be a positive lesson that we find it will idle or less many benefits.

In other words, so that we can make our failure as an impetus to achieve progress is not enough just to have a positive mind and positive attitude for this failure, but it takes our efforts to use the lessons that we've got the next in an effort to achieve the desire.

3. Opening Yourself

As we have seen in advance that the positive lessons that lie behind the problem, a bad reality, or behind the events that we experience in practice it is not limited to life, not single, not mono, and therefore often referred to guidance (guidance .) So many that, it is not possible we can space owned and well able to absorb all that is needed is to open on positive lessons revealed by our mistakes, mistakes of others that we see, the findings of science, and advice.

Cukupkah Berpikir Positif?

Dengan memiliki suasana batin positif, maka ini akan menjadi sangat kondusif (mendukung) untuk menjalankan proses positif berikutnya, yang antara lain:,

1. Pelajaran

“Hukum Tuhannya” mengatakan bahwa pelajaran positif itu ada di mana-mana sepanjang kita mau menggali dan menyerapnya: di balik kesalahan, kegagalan, pengkhianatan orang lain atas kita, di balik musibah buruk yang menimpa kita dan seterusnya. Hanya saja, meskipun pelajaran positif itu ada di mana-mana, tetapi prakteknya membuktikan bahwa pelajaran positif itu tidak bisa kita serap kalau batin kita sudah keruh oleh pikiran-pikiran negatif.

Seperti kata Samuel Smile dalam salah satu tulisannya: “Tidak benar jika orang berpikir bahwa kesuksesan diciptakan dari kesuksesan. Seringkali kesuksesan dihasilkan dari kegagalan. Persepsi, study, nasehat dan tauladan tidak bisa mengajarkan kesuksesan sebanyak yang diajarkan oleh kegagalan.”

2. Keputusan

Satu kenyataan buruk yang kita hadapi pada hakekatnya tidak mendikte kita harus mengambil keputusan tertentu tetapi menawarkan pilihan kepada kita. Tawaran itu antara lain adalah: a) boleh memilih keputusan untuk mundur, b) boleh memilih keputusan untuk mandek/kembali ke semula dan c) boleh memilih keputusan untuk terus melangkah dengan menyiasati, mencari celah kreatif, dan lain-lain.

Jika dikaitkan dengan praktek hidup sehari-hari, ada hal yang tidak bisa diingkari bahwa semua orang setiap saat telah memilih keputusan tertentu tentang apa yang akan dilakukannya. Dari keputusan yang dipilih itulah lahir sebuah tindakan yang menjadi penyebab sebuah hasil. Karena itu ada saran Brian Tracy yang patut kita renungkan bahwa yang menentukan nasib kita itu bukan apa yang menimpa kita melainkan keputusan yang kita ambil atas apa yang menimpa kita. Artinya, keputusan mundur akan menghasilkan kemunduran; keputusan mandek akan menghasilkan kemandekan dan keputusan maju akan menghasilkan kemajuan.

3. Keteraturan Langkah


Nah, dengan menciptakan pikiran positif atas hal-hal buruk yang menimpa kita setidak-tidaknya ini menjadi bekal buat kita untuk melakukan hal-hal positif secara terus-menerus dalam arti tidak mengandalkan perubahan keadaan atau tidak mudah disakiti oleh pukulan keadaan. Seperti pesan Denis Waitley, “Bukan dirimu yang menjadi penghambat kemajuanmu tetapi muatan pikiran yang kamu bawa.”

Dari pesan itu mungkin ada satu hal yang perlu kita ingat bahwa pikiran negatif yang kita bawa atau yang kita biarkan itulah yang terkadang menjadi penghambat langkah kita atau mengganggu kelancaran langkah kita dalam menapaki tujuan yang sudah kita tetapkan. Karena itu paslah jika ada permisalan yang menggambarkan bahwa pikiran negatif itu akan memberikan kotoran di dada kita. Dada yang penuh dengan kotoran yang kita biarkan akan membuat punggung kita terbebani oleh muatan-muatan yang memberatkan lalu mengakibatkan langkah ini tidak selancar seperti yang kita inginkan.

Hal-hal Apakah yang Perlu Dijalani?

Di atas sudah kita singgung bahwa menggunakan pikiran positif sebagai jalan berarti setelah kita berpikir positif masih ada proses positif yang perlu kita jalani. Apa yang perlu untuk dijalani?

1. Temukan pelajaran khusus

Entah sadar atau tidak, kerapkali istilah berpikir positif ini hanya kita praktekkan sebatas berprasangka baik, meyakini adanya hikmah yang mencerahkan, atau sebatas punya opini positif. Tentu ini sudah benar dan sudah baik tetapi kalau kita kaitkan dengan hasil sedikit dan hasil yang lebih banyak, maka proses positif yang perlu kita lakukan adalah mengaktifkan pikiran kita untuk menemukan pelajaran-pelajaran spesifik yang benar-benar cocok dan relevan dengan keadaan-diri kita pada hari ini.

Kegagalan usaha kita bisa disebabkan oleh waktu yang belum tepat, kesalahan memilih orang, kurang gigih, kurang skill, keadaan eksternal yang di luar kontrol, dan lain-lain. Karena tidak mungkin kita menyerap hikmah secara keseluruhan dalam satu waktu, maka yang paling penting adalah menyerap hikmah yang relevan saja sebagai bahan mengoreksi diri.

2. Gunakan dalam hal khusus

Banyak pengalaman yang sudah menguji bahwa memiliki rumusan tujuan yang jelas dan jelas-jelas diperjuangkan, ternyata memiliki manfaat cukup besar bagi proses positif. Dengan kata lain, untuk bisa menggunakan pelajaran yang sudah kita serap menuntut adanya rumusan tujuan yang kita upayakan realisasinya. Tanpa ini, mungkin saja pelajaran positif yang kita temukan itu akan nganggur alias kurang banyak manfaatnya.

Dengan kata lain, agar kita bisa menjadikan kegagalan kita sebagai dorongan untuk meraih kemajuan tidak cukup hanya dengan memiliki pikiran positif dan sikap positif atas kegagalan itu, melainkan dibutuhkan upaya kita untuk menggunakan pelajaran yang sudah kita dapatkan dalam usaha meraih keinginan berikutnya.

3. Membuka Diri

Seperti yang sudah kita singgung di muka bahwa pelajaran positif yang ada di balik satu masalah, satu kenyataan buruk, atau di balik peristiwa yang kita alami dalam praktek hidup itu sangatlah tidak terbatas, tidak tunggal, tidak mono, dan karena itu sering disebut petunjuk (hidayah). Saking banyaknya itu, maka tidak mungkin ruangan milik kita bisa sanggup menyerap seluruhnya dan sekaligus sehingga yang dibutuhkan adalah membuka diri atas berbagai pelajaran positif yang diwahyukan oleh kesalahan kita, kesalahan orang lain yang kita lihat, temuan ilmu pengetahuan, dan nasehat.

Tuesday, November 16, 2010

FACEBOOK

Facebook adalah sebuah situs web jejaring sosial populer yang diluncurkan pada 4 Februari 2004. Facebook didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard kelahiran 14 Mei 1984 dan mantan murid Ardsley High School.

Pada awal masa kuliahnya situs web jejaring sosial ini, keanggotaannya masih dibatasi untuk mahasiswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Universitas Boston, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas (seperti: .edu, .ac, .uk, dll) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs jejaring sosial ini.


Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan alamat surat-e apa pun dapat mendaftar di Facebook.[2] Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah, tempat kerja, atau wilayah geografis.

Hingga Juli 2007, facebook memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia.[3] Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi,[4] dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.[5][6]

Fitur hiburan dalam Facebook disebut aplikasi. Contohnya antara lain permainan video, kuis, dan lain sebagainya.

Performance Target


Jika edisi Human Capital bulan lalu, sudah dibahas fungsi utama seorang pemimpin adalah untuk memotivasi karyawan, dalam Leadership Series edisi ini, akan dijabarkan tugas pemimpin yang tidak kalah pentingnya: membuat performance target. Banyak sekali kegunaan daripada performance target.

Pertama, dapat dipakai oleh pemimpin untuk memastikan apakah organisasi/karyawannya mencapai tujuan/gol yang sudah disepakati bersama. Pemimpin juga dapat memakai target perusahaannya untuk dibandingkan dengan target perusahaan lain, termasuk perusahaan saingan (benchmarking). Dan salah satu yang penting dari fungsi performance target adalah menghindari salah paham antara pemimpin dan karyawannya, terutama pada akhir tahun, sewaktu mereka mengkilas balik (review) hasil kerja karyawan. Jika tidak ada target/rencana kerja yang jelas, dan ternyata hasil kerja akhir kurang memuaskan, pemimpin dan karyawannya dapat 'saling tuding' atau mencari 'kambing hitam' atas semua kesalahan.


Tidak ada 'step-by-step' proses yang sama yang selalu dilakukan pemimpin dalam membuat performance target untuk karyawannya. Setiap karyawan dan rencana kerjanya tentu berlainan, tergantung departemen, posisi, fungsi pekerjaan, masa jabatannya, dll. Namun, ada prinsip-prinsip yang dapat dipakai pemimpin untuk membuat performance target yang efektif, baik untuk target individu karyawannya (misalnya dalam membuat tujuan/gol pekerjaan pada saat performance planning/review), atau untuk target departemen/organisasinya (misalnya pada saat membuat business planning). Prinsip-prinsip dalam membuat performance target yang efektif adalah: SMART (Specific, Measurable, Agreed, Realistic, Time-Bound).

Specific - Target dari suatu rencana kerja harus jelas dan spesifi k. Sehingga karyawan atau organisasi tidak bingung dalam melakukan pekerjaannya. Spesifik bukan berarti harus rumit, bahkan kadang sebaliknya, tujuan kerja yang spefi sik biasanya sangat jelas dan tidak bertele-tele. Jack Welch, bekas pemimpin legendaris GE, membuat performance target untuk setiap business unitnya dengan spesifik dan sangat singkat: Setiap business unit di GE harus menjadi nomer satu atau (paling buruk) nomer dua di industrinya masing-masing. Kalau tidak, GE akan menutup unit tersebut, atau menjualnya ke perusahaan lain. Dengan performance target yang jelas dan spesifik ini, tidak heran jika GE menjadi pemimpin hampir disemua industri yang perusahaan ini berada: GE Engine, Finance/Capital, Power, termasuk NBC television.

Measurable - Tidak ada gunanya membuat performance target, tapi tidak bisa diukur nantinya. Mengetahui bagaimana cara mengukur kinerja karyawan tidak hanya penting pada akhir tahun (saat performance review), tetapi lebih penting lagi pada saat prosesnya masih berjalan. Performance target sebaiknya dibagi dan dapat diukur setiap kwartal. Sehingga pemimpin dapat bereaksi dengan tepat setiap tiga bulan, untuk memastikan bahwa kinerja organisasi/karyawannya di 'jalur' yang benar.

Agreed - Sasaran kerja tentunya harus dimengerti, didiskusikan dan disetujui oleh kedua belah pihak (pemimpin dan karyawan). Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, tidak akan ada finger pointing jika semua target sudah disetujui sebelumnya. Walaupun target kinerja sudah disetujui oleh semua pihak, bukan berarti target tersebut tidak dapat dirubah. Pemimpin harus bisa fleksibel dan bijaksana untuk merubah target (untuk menjadi lebih mudah/susah), sesuai dengan kondisi karyawan, keadaan perusahaan dan situasi pasar. Contohnya, pada saat krisis ekonomi di Indonesia yang lalu, dimulai tahun 1998, banyak CEO harus menurunkan target bisnis perusahaannya, walaupun target tersebut sudah disetujui oleh Board of Directors.

Realistic - Performance target harus serealistis mungkin. Kalau tidak berarti sang pemimpin hanya 'bermimpi' saja, dan bila targetnya tidak masuk akal, bahkan akan membuat frustasi seluruh karyawan dan organisasi. Target yang realistis bukan berarti tidak sulit atau menarik. Untuk meningkatkan kinerja karyawan, pemimpin harus membuat rencana kerja yang realistis, tetapi juga tidak mudah untuk dicapai (challenging). Bahkan pemimpin yang efektif akan membuat performance target yang istilahnya BHAG [dibaca: bihek, singkatan: big hairy audacious goal]: suatu gol/target yang sangat 'besar...berbulu...dan menantang'. Dengan BHAG, pemimpin akan memotivasi dan mempengaruhi karyawannya bahwa mereka bagaikan seorang 'kesatria' yang harus 'mengalahkan' suatu gol/target yang diimajinasikan seperti monster/mahluk yang besar...berbulu...dan menantang.

Time-Bound - Terakhir, pemimpin harus membuat 'deadline' kapan performance target harus dicapai. Tanpa informasi yang jelas mengenai waktu, pemimpin akan sangat sulit mengatur performance organisasi/karyawannya. Dibagian inilah (Time-Bound), pentingnya keahlian priority/time management yang harus dimiliki pemimpin. Setiap pemimpin harus berperan seperti seorang 'pelatih/coach' dalam suatu pertandingan, dimana harus memimpin pemain-pemain (karyawan), untuk mengalahkan lawan pertandingan (pesaing), dalam waktu yang sudah ditentukan (deadline).

Dengan prinsip-prinsip SMART ini, seorang karyawan/suatu organisasi akan dapat menjalankan performance targetnya dengan jelas karena mereka tahu apa yang harus dicapai (spesifik), tahu bagaimana mengukur kinerjanya (measurable), sudah disetujui oleh semua pihak (agreed), targetnya bukan mengada-ada (realistic), dan tahu kapan targetnya harus dicapai (time-bound). Oleh karena itu, pemimpin yang efektif akan selalu membuat performance target yang SMART.

Mengenal Lebih Dekat Produk-Produk Asuransi Jiwa

Maraknya bisnis asuransi unit link saat ini menandai pergeseran penetrasi pasar asuransi jiwa dari produk-produk asuransi jiwa tradisional ke produk-produk asuransi jiwa modern yang menjanjikan tingkat pengembalian investasi lebih baik serta mampu menyumbangkan pertumbuhan premi yang signifikan.

Hal ini juga tidak terlepas dari pengaruh bahwa konsumen sudah mulai rasional dalam menentukan dan memutuskan jenis produk asuransi yang akan mereka beli. Pernyataan di atas memang tidak berlebihan ditujukan untuk sebuah mekanisme dalam memutuskan produk apa yang akan dibeli dan kenapa harus produk tersebut yang harus dibeli.


Usaha asuransi jiwa merupakan usaha di bidang jasa, dimana wujud produk yang dihasilkan bukanlah suatu barang tetapi jasa yang berbentuk aktivitas dan bersifat abstrak atau "intangible". Jasa yang dijual itu berupa jaminan perlindungan bagi konsumen (nasabah), yang berkaitan dengan hidup dan kehidupannya dalam suatu jangka waktu tertentu atau seumur hidup. Itulah yang dimaksud dengan istilah "life assurance", yang hendaknya tidak diartikan secara harfiah yaitu "jaminan hidup", melainkan "jaminan yang berkaitan dengan kehidupan", di mana di dalamnya terkait sejumlah uang dan waktu.

Jaminan di dalam asuransi jiwa berkisar antara kurang dari satu tahun sampai dengan seumur hidup, dan jaminan tersebut berangsur-angsur akan habis terkonsumsi sejalan dengan berlalunya waktu. Dalam jaminan itu terkandung suatu janji dari perusahaan asuransi jiwa untuk memberikan santunan dalam bentuk sejumlah uang jika tertanggung mengalami peristiwa seperti: meninggal dunia, cacat, sakit dan mencapai hari tua.

Jaminan tersebut secara implisit memberikan suatu kepastian kepada nasabah atas permasalahaan ketidakpastian mengenai kehilangan pendapatan sebagai akibat terjadinya peristiwa-peristiwa tersebut.
Pada tulisan pertama ini, akan dibicarakan beberapa jenis produk-produk asuransi jiwa yang dipasarkan oleh perusahaan asuransi jiwa di Indonesia serta mengenali manfaat-manfaat apa saja yang ditawarkan dari produk-produk asuransi jiwa tersebut.

Produk asuransi jiwa yang ditawarkan di pasar pada dasarnya terdiri atas tiga bentuk, yaitu Term Insurance, Whole Life Insurance dan Endowment Insurance, dimana produk-produk inilah yang dikategorikan sebagai produk-produk tradisional. Sementara produk-produk asuransi jiwa tradisional yang dikembangkan dengan melekatkan instrument-instrument investasi di dalamnya serta transparansi laporan baik laporan biaya-biaya dan keuntungan yang akan diperoleh tertanggung nantinya, dikategorikan sebagai produk-produk asuransi modern, seperti produk asuransi unit link.

APA SAJA PRODUK ASURANSI JIWA YANG DIPASARKAN DEWASA INI.

Banyak jenis produk asuransi jiwa yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi jiwa, dimana pada dasarnya merupakan Endowment Insurance yang dikombinasikan dengan Term Life Insurance dan Whole Life Insurance. Misalnya, Endowment Insurance dengan manfaat meninggal dunia 2 kali atau lebih besar dari manfaat jatuh tempo. Ada juga produk asuransi jiwa yang memberikan santunan meninggal berupa uang pertanggungan ditambah semua premi yang telah dibayar. Pengembalian premi diberikan apabila tertanggung meninggal dunia kapan saja, ini merupakan produk Whole Life Insurance.

Produk Endowment Insurance dimana pembayaran manfaat asuransi diberikan secara berkala baik tahunan maupun bulanan disebut Anticipated Endowment. Besar manfaat yang diberikan secara berkala dibuat bervariasi misalnya dengan kenaikkan setiap tahun sebesar 2%, 5%, 10% atau lebih. Jenis lain produk Endowment Insurance yang sering dijumpai di pasar, diantaranya adalah:

• Dana Beasiswa. Produk ini merupakan produk Endowment Insurance yang dikaitkan dengan biaya sekolah, biasanya dikenal dengan nama Asuransi Bea Siswa, School Fee dan lain-lain.
• Dana Bertahap. Produk ini juga berbentuk Endowment Insurance tepatnya Pure Endowment Insurance, dimana jika tertanggung hidup pada akhir tahun tertentu selama masa asuransi, manfaat asuransi akan dibayarkan sebesar persentase tertentu dari uang pertanggungan.

PRODUK ASURANSI JIWA MODERN.

Tersedianya berbagai bentuk instrument surat berharga pasar uang, obligasi dan berbagai macam program tabungan, bagaimanapun juga memiliki dampak langsung terhadap produk asuransi jiwa, yaitu mengurangi daya tarik polis asuransi jiwa nilai tunai tradisional. Konsumen semakin banyak tertarik untuk ikut melakukan perdagangan dengan menggunakan instrumen yang lebih cepat mendatangkan keuntungan.

Keadaan dan kecenderungan tersebut memaksa perusahaan-perusahaan asuransi jiwa menciptakan atau merancang produk-produk asuransi jiwa dengan mengkombinasikan keunggulan-keunggulan asuransi jiwa nilai tunai (yaitu sifat terpaksa menabung dan sebagainya), dan berbagai pilihan produk yang memberikan keuntungan yang lebih tinggi. Produk ini pada saat diciptakannya dinamakan universal life insurance.

Dalam perkembangannya, banyak perusahaan asuransi asuransi jiwa mengeluarkan jenis asuransi jiwa dengan produk atau jenis polis yang sama disertai dengan keunggulan masing-masing polis. Nama-nama produk tersebut juga mengalami perubahan, misalnya challenger, complete life, solution dan sebagainya untuk menarik calon-calon konsumen untuk membeli produk-produknya. Nama-nama produk asuransi jiwa tersebut pada prinsipnya didasarkan pada produk universal life. Di Indonesia saat ini telah beredar beberapa nama produk asuransi jiwa universal life, yaitu PruLink (PT Prudential Life Assurance), Zlink (PT Zurich Life), AJBN Link (PT Asuransi Jiwa Binadaya Nusaindah) serta masih ada produk-produk asuransi dengan nama'Link' di belakang nama produknya. Sampai saat ini masih dibuat produk serupa oleh beberapa perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, yang tentunya akan menambah perbendaharaan nama produk universal life di Indonesia.

MENGENALI CIRI-CIRI PRODUK ASURANSI JIWA TRADISIONAL DAN PRODUK ASURANSI JIWA MODERN.

Seperti yang dijelaskan pada bagian terdahulu, perkembangan produk asuransi jiwa dapat dikelompokkan menurut periodenya, yaitu produk asuransi jiwa tradisional dan produk asuransi jiwa modern. Ciri-ciri dari produk asuransi jiwa tradisional diantaranya adalah:

• Besar premi dan uang pertanggungannya tetap (konstan) sejak dimulainya asuransi sampai dengan habisnya masa asuransi.
• Jadual pembayaran premi ditetapkan sebelumnya, misalnya setiap tahun, enam bulan, tiga bulan atau bulanan.
• Sejak kontrak dimulai nilai tunai polis sudah dapat diketahui.
• Komposisi biaya, tabel mortalita dan tingkat bunga tidak dirinci dan tidak diketahui oleh calon pemegang polis.
• Besar tingkat bunga yang dinikmati oleh pemegang polis konstan sepanjang kontrak asuransi.
Sedangkan untuk produk asuransi jiwa modern mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
• Komposisi premi dirinci secara terpisah antara premi asuransi murni, biaya dan tingkat bunga.
• Semua rincian tersebut diketahui oleh calon pemegang polis.
• Masa pembayaran premi dan besarnya uang pertanggungan dapat berubah-ubah, dan tidak mempunyai jadual yang tetap, karena produk asuransi jiwa modern ini memungkinkan adanya penambahan premi kapan saja.
• Produk ini memerlukan administrasi yang jauh lebih rumit daripada produk asuransi jiwa tradisional, oleh karena produk ini memiliki bagian premi untuk investasi yang cukup besar dan harus dikelola secara profesional.
• Calon pemegang polis boleh menentukan dimana dana (premi) diinvestasikan, seperti saham, obligasi, pasar uang, deposito dan sebagainya.
• Nilai tunai dari polis ini ditentukan oleh kinerja komite investasi dari perusahaan asuransi jiwa yang mengelola, sehingga pemegang polis tidak tahu persis berapa nilai tunai yang akan ia terima apabila lapse.
• Bentuk asuransi jiwa biasanya Whole Life Insurance dengan ditambahkan beberapa rider seperti personal accident dan total pemanent and disability.

Ciri-ciri yang diuraikan di atas, memberikan gambaran yang lebih baik dalam mengenali produk-produk asuransi yang dikategorikan tradisional dan modern tersebut. Tentunya setiap produk memiliki nilai plus minus jika dilihat dari setiap ciri-ciri tersebut di atas. Keputusan untuk menentukan produk asuransi mana yang paling tepat untuk dibeli, menjadi suatu pertimbangan yang komprehensif bagi calon tertanggung selain sebagai tujuan proteksi calon tertanggung itu sendiri. Bisa saja pertimbangan akan tingkat pengembalian hasil akan menjadi preferensi utama dalam memutuskan membeli produk asuransi tersebut. Pada tulisan selanjutnya akan dibahas mengenai manfaat-manfaat besar dalam membeli suatu produk asuransi jiwa.

From King Parking incarnates So 'King Luwak'



Lampung - Civet Coffee Enchantment increasingly became a byword as a line of coffee that has a distinctive taste. Even Civet Coffee was once dubbed as the world's most expensive coffee.

Civet Coffee fame apparently also by Gunawan was arrested Confessing Way resident, Liwa Lampung Barat. Gunawan, who previously was a parking coordinator in West Lampung with a mediocre income, now after 3 years in the business of production and sale of civet brew their economy improves.

"I had previously had 17 years as coordinator for parking, it can only be made to eat alone. I finally eliminated," said Gunawan told detikFinance when met at his residence, Way Confess, Liwa, Lampung Barat, on Wednesday (06/10/2010).


Gunawan said had mastered parking locations in 7 markets in West Lampung, with the men up to 25 people. But over time, the profession was becoming displaced during perpakiran management taken over by the government.

Gunawan's fate was finally brought to mengakrabi Luwak coffee business. He tells the story of the beginning of his plunge in business Civet Coffee began when he was a walk in the market and attracted two animals weasel or mongoose. As a fan of animals he then bought two ferrets are with each of the price of Rp 50,000 per cow.

"I love that name Luwak Inul and Adam (dangdut singer)," he recalls with a laugh.

He explained that the introduction to business acquaintances Civet Coffee originated from a citizen requesting descent from Medan in cooperation. Task Gunawan ktika it only provides feedback to the two animals luwaknya coffee. The fellow is in a certain period to take and buy these civet droppings.

"Weasel I offered $ 1 million to him," he said.

Interval of 3 months he started walking suspicious of the movements of his partner who is not open. Previously, he only knew the reason for his purchase dirt Luwak Coffee is only for the drug. While the two luwaknya apprehensive because of too much coffee fed.

"I'm curious, because I do not understand the internet for help to find the solution on the internet by a friend about the civet droppings by a friend. I am amazed that in China there is information from Luwak coffee prices persetengah valued up to Rp 2.5 million pounds," he said.

Start since it was he thinking to develop Coffee Luwak by collecting as much as mongoose and 67 tails. Unfortunately, it's not as easy as he imagined because a lot of Civet are sick and eventually die, or even escape from the cage. Until now the number of mongoose that he had only a dozen left alone.

Civet name also had protruding into the most sought after animals at the time, whereas formerly known as Civet animal pests that interfere with farmers in the area of Liwa. The price also rose sharply to Rp 150,000 per head, at this time can be sold for RP 300-500000 per fish. According to Gunawan Weasel divided the various types of weasel months, weasels and pandanus trees.

"Weasel good for civet coffee is the pandanus and the moon. Civets not eat coffee tree, but the juice alone," he said.

He claimed to mongoose-mongoose that was alive was not easy to be fed. Through the process of learning self-taught he started to know the ins and outs of Civet including what foods he should give, when it's time, what kind of coffee you like civet.

"Food is like Civet other than the ripe red coffee, Luwak also like bananas, papayas until the snail, the coffee was the evening meal," he said.

For business mongoose food is also not easy, the article he was not yet have its own coffee plantation. So have to hunt to find coffee from farmer to farmer with a price of Rp 5000 per kg.

During this learning process she had to stay up to give feedback to the Luwak coffee at night. Gunawan said at the same time the neighbors began to many who are interested, even though it was musangnya not be relied upon to generate dollars.

"From there is a desire to ask the cooperation of the results. But I do not want direcokin," he said.

Gradually, his efforts began to be seen, although many neighbors menjalini same business he remained confident of success. At least this time could prove to be sufficient for his family everyday and be able to buy the car operations Trooper Jeep worth RP 40 million.

"People judge a lot of my success, and many emerging," he said.

He also admitted there are things that proud of Coffee product during Luwaknya reportedly been purchased for the presidential banquet. Before the fasting month some time ago, continued Gunawan, there are acquaintances of the military who bought it for entertainment purposes.

"I've used Coffee Luwak coffee morning for Mr. President SBY, then the number 4 Kg," he claims.

He said today in Liwa West Lampung robusta coffee harvest is over, and now is the season of coffee interlude. Coffee harvest period June-August, so the current decline of coffee production process, producers rely on existing stock.

Gunawan added at the time of high production in the form of coffee production luwaknya brenjel (un-processed form of manure) to 300 Kg per month. But when the coffee harvest season is not far below the real production of 100 kg per month.

"Now more selling powder, a month of sales of powder Rp 10 million per month, if sales brenjel still minimal," he said.

Besides producing luwaknya own coffee, he has partners with small-scale coffee producers by the amount of mongoose mongoose tail perorangnya 2-5. His role here as well as collectors or broker the sale for customers in Bandar Lampung, Bandung, Jakarta and others.

Civet coffee prices powder that he sold ranging from Rp 600,000 to 750,000 per kg depending on the destination. While Civet Coffee in the form of logs and dirt brenjel or sold RP 200-250000 per Kg temporal in the form of clean seed ready milled RP 350000-500000.

"I heard Luwak coffee prices in Jakarta in Grand Indonesia to Rp 2 million per kg," he said.

As is known Luwak coffee production boom in Liwa Lampung Barat at least has started bustling in 2007. At that time Luwak coffee began to be developed in incentives with the breeding patterns.

And Luwak coffee itself has been known in Dutch colonial times until the era of the 1950s. In those days it was known that the civet is a beast who likes to eat the coffee fruit is ripe and the farmers often pick up the droppings of civet coffee fruit in the wild with the belief coffees are the best coffee beans and has been through the process of fermentation in the stomach by mongoose natural.